5 Pelajaran dari Dongeng Bawang Merah dan Bawang Putih
Indonesia memiliki wilayah luas dan didiami oleh berbagai suku bangsa. Ada Jawa, Betawi, Dayak, Minang, Bugis, dan lain sebagainya. Di setiap wilayah memiliki kekayaan kebudayaan yang beragam, salah satunya adalah cerita rakyat.   Dongeng di Indonesia jumlahnya sangat banyak, sebut saja Bawang Merah dan Bawang Putih yang sangat dikenal masyarakat...
Indonesia memiliki wilayah luas dan didiami oleh berbagai suku bangsa. Ada Jawa, Betawi, Dayak, Minang, Bugis, dan lain sebagainya. Di setiap wilayah memiliki kekayaan kebudayaan yang beragam, salah satunya adalah cerita rakyat.   Dongeng di Indonesia jumlahnya sangat banyak, sebut saja Bawang Merah dan Bawang Putih yang sangat dikenal masyarakat Indonesia dan sudah diceritakan turun temurun. Dongeng satu ini ternyata punya banyak makna di dalamnya yang baik untuk buah hati Anda, loh.

Dongeng Bawang Merah dan Bawang Putih yang Sarat Makna

Menceritakan dongeng dari negara sendiri kepada anak-anak merupakan hal yang baik, terutama apabila cerita tersebut memiliki banyak makna positif. Seperti kisah Bawang Merah dan Bawang Putih yang memiliki makna berikut ini:

1.     Tidak Boleh Melihat Seseorang dari Rupanya Saja

Rupa seseorang merupakan hal pertama yang dilihat, tapi bukan berarti harus menjadi momok utama dalam menilai karakter seseorang. Bisa saja rupa cantik hati busuk, atau rupa cantik dan hati pun cantik. Jadi, jangan menilai apalagi menghakimi seseorang hanya dari penampilan fisiknya saja.

2.     Hidup Tidak Boleh Serakah

Makna cerita rakyat Bawang Merah dan Bawang Putih yang cukup terlihat jelas adalah manusia tidak boleh serakah. Jangan menginginkan sesuatu yang tidak dimiliki, apalagi sampai merebut milik orang lain. Jangan pula mengharapkan sesuatu dari apa yang sudah dilakukan.

3.     Tidak Boleh Iri dengan Milik Orang Lain

Terkadang Anda memang tidak bisa memiliki apa yang dimiliki orang lain, tapi bukan berarti harus memaksa memilikinya. Seperti yang dilakukan Ibu tiri Bawang Putih dan kakak tirinya, Bawang Merah, karena iri akan hadiah yang didapatkan Bawang Putih sehingga merebutnya, padahal itu bukan hak mereka.   Sifat iri jika disalurkan dengan tepat akan baik, tapi apabila berubah menjadi dengki bukanlah hal baik. Seperti Bawang Merah dan Ibunya, sifat iri mereka merupakan dengki sehingga berakibat buruk bagi keduanya.

4.     Bersikap Sabar dan Jujur

Bawang Putih merupakan karakter anak yang sabar dan jujur. Ia sabar menghadapi perlakuan buruk dan tidak adil dari ibu serta kakak tirinya. Bawang Putih tidak pernah putus asa melakukan kebaikan sehingga juga mendapatkan balasan kebaikan. Selain itu, sifat jujur Bawang Putih juga membuatnya mendapatkan kepercayaan dari orang lain.

5.     Jangan Membalas Kejahatan dengan Kejahatan

Bawang Putih menunjukkan kemurnian hati dan kebaikan untuk memaafkan orang lain. Bahkan setelah dirinya dijahati, Bawang Putih bukannya membalas dengan kejahatan, malah terus memberikan kebaikan kepada orang yang menjahatinya.   Nah, membaca dongeng dari negeri sendiri juga tidak kalah bagus dengan cerita ala Disney, bukan? Malah cerita rakyat memiliki banyak pesan moral yang baik untuk Anda, terutama jika dibacakan untuk si kecil. Mau tahu info mengenai berbagai informasi menarik dari dunia kesehatan, hiburan, dan rupa-rupa lainnya, silakan bertandang ke laman Orami.co.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *